Breaking News

SD Assalam Bandung Raih Perunggu di IRO 2011


Sekolah Dasar (SD) Assalam Bandung berhasil meraih perunggu pada ajang International Robotic Olympiad (IRO) 2011 di Jakarta, 15-18 Desember 2011, pada kategori kreatif robot. Siswa-siswa tersebut bersaing dengan peserta dari 13 negara peserta IRO yang antara lain berasal dari Korea Selatan, Filipina, Singapura, Jepang, China, dan Kanada.

“Untuk kompetisi internasional, kami baru ikut pertama kali dan Alhamdulillah mendapatkan juara tiga dengan medali perunggu, tentunya ini sangat membanggakan bagi kami,” kata Humas SD Assalam Junaedi saat ditemui di SD Assalam, Jalan Sasak Gantung, Kota Bandung, kemarin.

Untuk mengikuti kompetisi tersebut, pihak sekolah melakukan seleksi internal. Setelah mengikuti beberapa tahapan tes, akhirnya tiga tim diikutsertakan dalam ajang IRO. Tiga tim tersebut membawa hasil karya berbeda yaitu deteksi gempa, deteksi tsunami, dan deteksi kebakaran. “Yang dinilai mekaniknya bagaimana merakit robot dan presentasinya. Makanya kemampuan siswa digabungkan dari tiga orang ke dalam satu tim, di mana terdapat ahli mekanik, perencanaan, dan presentasi. Deteksi gempa berhasil juara,” jelasnya.

Masih menurut Junaedi, aturan yang ditetapkan panitia sangat ketat. Karena kategori kreatif robot kemampuan siswa sangat diuji, pembuatan robot diperhatikan mulai dari nol. Akhirnya menjadi pemenang ketiga setelah Korea Selatan di posisi pertama dan Filipina di peringkat kedua.

“Mereka yang menyolder sendiri, semuanya dilakukan sendiri.vBahkan saat lomba mereka dikarantina supaya tidak ada kecurangan yang terjadi,” katanya. Tim pembuatan robot deteksi gempa terdiri dari dua siswa kelas VI, Rizky Radita Pratama, 11; Muhammad Zihad Sultan Alfari, 11; dan seorang siswa kelas IV, Faris Tristan Fabian. Persiapan untuk mengikuti IRO diakui Zihad cukup singkat, namun hasilnya sangat memuaskan.

“Kami berlatih selama satu bulan dan pada saat pertandingan kami berhasil merakit robot selama tiga jam,” katanya. Karya mereka memang baru prototipe. Meski usia mereka masih belia,namun banyak ide-ide yang ingin mereka tuangkan untuk pengembangan robot selanjutnya, sehingga ciptaan mereka bisa benar-benar nyata dan bermanfaat untuk orang banyak.

“Nantinya kita ingin kalau sirine bunyi, pintu robot akan terbuka dan orang-orang bisa masuk ke dalamnya sehingga bisa selamat dari gempa,” ujarnya. Robot ciptaan mereka terbilang yang paling murah di antara robot dari negara lain. Untuk satu unit robot dihabiskan sekitar Rp1 juta sedangkan robot lain mencapai Rp26 juta per unit. (masita ulfah)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>